?

Log in

suckiesaki diary [sunday morning]

« previous entry | next entry »
Nov. 9th, 2014 | 10:48 am
location: kamar
mood: stressed stressed

Sekitar sebulan yang lalu aku akrab dengan seorang senior. Dia baik, sopan, dan ramah. Setiap hari pasti ada yang diobrolkan. Obrolan kami pun cocok. Dia sering memuji. Astaga sebenarnya nulis ini memalukan sekali -_- tapi aku tetap ingin menuliskannya.

Kami pun semakin akrab. Dia bilang dia sudah tau aku sejak dulu tapi tidak ada kesempatan ngomong (karena kami beda jurusan, kenal pun memang tidak). Lalu saat aku mengambil kelas computer ternyata dia sedang menjadi asisten labor saat itu. Jadi dia mulai berkenalan dan mengajakku ngomong, lewat fb lol. Dia memberiku film yang direkomendasikannya, bercerita ini, bercerita itu. Aku yang kerjanya hanya bermenung-menung saja kalau di rumah karena para ayam (read: nyo & nyl) sudah pergi merantau merasa senang ada teman ngobrol. Dan begitu saja kami pun akrab. Terkadang dia bilang “I miss you” (maaf aku tulis pakai Bahasa inggris karena agak geli kalo ditulis pakai Bahasa indo lol) pertamanya aku merasa aneh. Tetapi saat semakin akrab aku pun merasa mulai ada yang berbeda. Sepertinya kalau tidak ada dia sepi sekali.

Misalnya saat bertemu pun nanti dia akan bilang hatinya jadi sejuk (eaa). Tapi walaupun sebenernya aku kurang suka omongan macem begitu kalau dibilang begitu terus menerus hati agak terterter juga kan? :D
akhirnya aku mulai-mulai sadar kayaknya memang sudah jatuh hati (fak). Dan tidak terpikirkan yang lain-lain karena memang dipikir-pikir tidak ada yang terbayangkan suatu keburukan :/

Tapi, sudah hamipir 2 minggu dia mulai bersikap beda. Jarang ngajak ngomong, dingin, dan…..suka ngacangin. Oemjeyh my pride hurt so much. Tapi karena beberapa hal dan lain hal aku sabar dikacangin sama dia. Biasanya kalau aku dikacangin orang aku langsung murka dengan orang tersebut dan melontarkan kata-kata sarcasm kalau tidak aku akan menghapusnya dari kontak hp. Tapi aku tetap mengajaknya ngobrol duluan walupun ujung-ujungnya akan dicuekin. Aku ngerasa keadaannya seperti terbalik sekarang. Tapi rasanya aku tidak pernah berbuat salah padanya walaupun aku sudah berpikir keras. Lalu suatu hari aku tanya padanya,

“kamu kenapa? Apa aku ada salah?”

-read saja-

lalu aku kirim lagi pesan,

“marah ya? Kalau ada jelasinlah”

-read saja-

Beberapa menit setelahnya juga tak kunjung ada balasan. Aku pun mengirim pesan lagi,

“gapapa kalau hanya di read. Nanti kalau sudah tidak marah atau sibuk ngomong ya :)”
Bayangkan sebagai orang yang udah dikacangin bebarapa kali memberi emoticon smile itu berat sekali lho -_-
dan esok paginya baru dibalas. Tahu apa yang dia bilang?

“maaf.”
………………….
………………….
………………….
Maaf titik…… MAAF DAN TITIK PEMIRSAH APA MAKSUDNYA
Dan sejak hari itu kami tidak ada berbicara lagi. Aku merasa terpuruk, humiliated, marah, kesal, dan setiap ingat-ingat itu lagi ada rasa nyeri di dada. Ngga, itu bukan kiasan tapi memang sakit kok.
Sampai sekarang aku ga tau alasan dia menjauh. Dan aku menjadi semakin yakin kemungkinan memang akan menjadi forever alone. Dan yang selalu terngiang-ngiang di otak adalah lagu “alone again naturally” -_-
Sudah berapa hari isi playlist di computer pun lagu sendu saja. Sudah lama sekali rasanya tidak terpuruk macem ini (terakhir sih sama si [J]).

Tapi semakin sering ngerasa sakit mungkin hati akan terlatih semakin tegar hahaha

Okay that the end of my love story this season.
Tapi sekarang aku lagi mikir keras mau bersikap bagaimana kalau bertemu sama senior itu karena kami memang pasti bertemu sekali seminggu karena kelas komputernya masih blum berakhir samapai desember nanti. Wismilak!

~~~~~
Tags:

Link | Leave a comment | Share


Comments {0}